Nilai Produksi Industri Mikro Kecil di Sulawesi Tenggara Menurun pada 2020

Nilai Produksi Industri Mikro Kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara (2016-2020)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS),

Disalin..

Penulis: Monavia Ayu Rizaty

Editor: Dimas Jarot Bayu

30/9/2021, 11.30 WIB

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai produksi industri mikro dan kecil (IMK) di Sulawesi Tenggara sebesar Rp 2,24 triliun pada 2020. Angka tersebut turun 33,5% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,37 triliun.

Selama 2016-2019, nilai produksi IMK di Sulawesi Tenggara terus menunjukkan peningkatan. Nilai produksi IMK pada 2019 bahkan menjadi yang tertinggi selama periode tersebut.

Advertisement

Namun, nilainya harus turun pada 2020. Hal tersebut mengingat Indonesia dilanda pandemi virus corona Covid-19 yang membatasi aktivitas ekonomi.

Menurut kabupaten/kota, Kabupaten Konawe Selatan menjadi daerah yang memiliki nilai produksi IMK tertinggi di Sulawesi Tenggara pada 2020, yakni Rp 560 miliar. Tercatat ada 2.844 IMK dengan 9.052 tenaga kerja di kabupaten tersebut.

Kota Kendari menyusul dengan nilai produksi sebesar Rp 312,5 miliar pada 2020. Kendari tercatat memiliki 1.298 IMK dengan 4.466 tenaga kerja.

Nilai produksi IMK di Kabupaten Muna tercatat sebesar Rp 176 miliar pada tahun lalu. Ada 1.137 IMK dengan 4.184 tenaga kerja di Kabupaten Muna.

Sementara, nilai produksi IMK terendah di Sulawesi Tenggara dimiliki oleh Kabupaten Muna Barat pada 2020, yakni Rp 9,3 miliar. Nilai produksi itu didapatkan dari 75 IMK dan 238 tenaga kerja.

(Baca: Industri Mikro Kecil di Jakarta Alami Penurunan Kinerja saat Pandemi Covid-19

data terkait