Industri Perikanan di Natuna Belum Berkembang

Sebaran Industri Perikanan Kabupaten Natuna 2016

Sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), 2018

Disalin..

Penulis: Dwi Hadya Jayani

Editor: Safrezi Fitra

6/1/2020, 19.00 WIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam laporannya yang bertajuk "Rekomendasi Pengembangan Perikanan Tangkap di Natuna dan Sekitarnya" menyebutkan industri perikanan di Kabupaten Natuna belum berkembang. Industri perikanan di daerah ini kebanyakan usaha pengolahan hasil perikanan dalam skala rumah tangga atau kecil. 

Pada 2016, hanya ada empat jenis industri perikanan di Natuna yang rata-rata jumlah pekerjanya 4 orang. Tenaga kerja terbanyak hanya 22 orang, sedangkan yang paling sedikit sebanyak 2 orang. Kerupuk ikan/atom menjadi industri pengolahan ikan terbanyak, yaitu 55 unit. Industri ini tersebar di Bunguran Barat, Bunguran Selatan, Bunguran Tengah, Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, dan Bunguran Utara. Selain itu, tersebar di Midai, Pulau Laut, dan Pulau Tiga.

(Baca: Potensi Perikanan Tangkap di Perairan Natuna)

Jenis industri ikan asin hanya terdapat di Bunguran Tengah sebanyak satu industri, sedangkan fermentasi teri di Bunguran Selatan sebanyak enam industri. Sementara industri ikan salai terdapat di Bunguran Timur dan Bunguran Selatan masing-masing sebanyak satu industri.

(Baca: Berapa PDRB Kabupaten Natuna?)

data terkait