Hadapi Proteksionisme, Perusahaan di Indonesia Tingkatkan Penjualan Online

Strategi Perusahaan Indonesia Menghadapi Proteksionisme Global

Sumber : HSBC Bank plc, 5 November 2019

Disalin..

Penulis: Hari Widowati

Editor: Hari Widowati

17/11/2019, 09.25 WIB

Perusahaan-perusahaan di Indonesia menyadari meningkatnya proteksionisme global yang menekan daya saing bisnisnya. Namun, mereka telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi hal tersebut.

Laporan HSBC Navigator 2019: Now, next, and how yang merupakan survei terhadap 150 perusahaan di Indonesia menunjukkan ada 18 hal yang disiapkan dunia usaha untuk menghadapi proteksionisme. Sebanyak 40% responden menyatakan akan meningkatkan penjualan melalui kanal dan platform digital.

Sebanyak 36% responden akan memangkas biaya. Adapun 31% responden akan mengubah penawarannya di pasar-pasar yang menerapkan proteksionisme. Sebanyak 30% responden akan mencari pasokan bahan baku dari pemasok lokal. Grafik lengkapnya bisa dilihat di Databoks berikut ini.

Secara global, HSBC melaksanakan survei ini di 35 negara dengan sampel sebanyak 9.131 perusahaan. Kriteria pengambilan sampel adalah perusahaan dengan omset minimal US$ 1,75 juta dan korporasi dengan omset minimal US$ 17,5 juta.

(Baca Databoks: Perusahaan Indonesia Paling Optimistis Hadapi Bisnis 2020)

data terkait