Januari-September 2019, Investasi Obligasi Lebih Menguntungkan dari Saham

Indeks Saham, Obligasi, Rupiah (2 Jan-30 Sep 2019)

Sumber : Bloomberg L.P., 30 Sep 2019

Disalin..

Penulis: Viva Budy Kusnandar

Editor: Hari Widowati

1/10/2019, 11.00 WIB

Investasi di pasar obligasi lebih menguntungkan dibanding saham dalam sembilan bulan pertama 2019. Seperti terlihat pada grafik indeks obligasi berada di atas level 100 dan lebih tinggi dibandingkan indeks harga saham maupun indeks rupiah. Indeks harga saham bahkan berada di bawah level 100 yang mengindikasikan penurunan sepanjang Januari-September tahun ini.

Berdasarkan data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) yang diolah Katadata periode 2 Januari-30 September 2019, indeks obligasi gabungan (ICBI) naik 10,75% ke level 110,75 dari perhitungan awal 2 Januari = 100,0. Sementara indeks harga saham justru turun 0,19% ke level 99,8 dari posisi awal. Adapun nilai tukar rupiah menguat 1,85% ke level 101,85 dari perhitungan dasar 2 Januari = 100.

Kekhawatiran investor terhadap demonstrasi yang menolak hasil Pemilihan Presiden yang dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin membuat indeks harga saham turun tajam pada pertengahan Mei 2019. Investor sempat melakukan aksi ambil untung dengan keluar dari bursa saham dan mengalihkan uangnya ke aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian pasar. Salah satunya dengan masuk ke pasar surat utang, ini yang membuat indeks obligasi berlari lebih kencang dari indeks saham maupun rupiah.

(Baca Databoks: Ketidakpastian Global Meningkat, Yield Obligasi Pemerintah Naik)

 

TOPIK

Pasar

data terkait