Sejak 2018, Titik Panas Kebakaran Hutan Kembali Meningkat

Kebakaran Hutan dan Lahan Dari Satelit NOAA (2010-15 Sep 2019)

Sumber : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 17 Sep 2019

Disalin..

Penulis: Viva Budy Kusnandar

Editor: Hari Widowati

18/9/2019, 13.43 WIB

Setiap tahun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Indonesia, terutama di daerah sekitar perkebunan sawit. Karhutla pada 2018 mencapai 510 ribu ha kemudian sepanjang periode 1 Januari-15 September 2019 telah mencapai 329 ribu ha. Kebakaran yang terus berlangsung membuat beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan diselimuti asap hingga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

Titik panas (hotspot) karhutla kembali menunjukkan peningkatan sejak 2018. Berdasarkan data citra satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) hotspot karhutla pada 2018 terdeteksi 4.613 titik, melonjak 78,73% dari tahun sebelumnya.

Kemudian pada 2019 (data per 17/9), jumlah titik panas kembali meningkat 28,85% menjadi 5.944 titik. Hotspot karhutla terbesar tercatat pada 2012, yakni lebih dari 34 ribu titik dan terbesar kedua pada 2014 dengan jumlah 31 ribu titik.

(Baca Databoks:Berapa Luas Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia?)

 

data terkait