Pasca-Ramadan, Pertumbuhan Uang Beredar Melambat

Peredaran Uang (M2) dan Komponennya

Sumber : Bank Indonesia, 31 April 2019

Disalin..

Penulis: Dwi Hadya Jayani

Editor: Hari Widowati

1/8/2019, 09.00 WIB

Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas (M2) periode Juni 2019 sebesar Rp 5.911,2 triliun atau tumbuh 6,8% (yoy). Angka pertumbuhan ini melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 7,8% (yoy).

Melambatnya pertumbuhan M2 terjadi pada seluruh komponen. Komponen pertama dari uang beredar dalam arti sempit (M1), yaitu Rp 1.518 triliun dengan pertumbuhan 4,5% (yoy) pada Juni 2019. Pertumbuhan ini lebih lambat dari bulan sebelumnya, yaitu 7,4% (yoy) pada Mei 2019. Perlambatan M1 terjadi terutama dari komponen uang kartal karena kebutuhan likuiditas masyarakat pasca-ramadan dan Idulfitri kembali normal. Sebagai informasi, M1 meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral (giro berdenominasi rupiah).

Komponen kedua dari perlambatan pertumbuhan uang kuasi yang utama berasal dari komponen simpanan berjangka dan tabungan. Pada Juni 2019, peredaran uang kuasi sebesar Rp 4.377,2 triliun dengan pertumbuhan 7,6% (yoy), tumbuh melambat dari bulan sebelumnya yang sebesar 7,9%. Adapun komponen surat berharga selain saham sebesar Rp 16 triliun dengan pertumbuhan 4,9% (yoy), menurun dibandingkan Mei 2019 sebesar Rp 17,8 triliun dengan pertumbuhan 21,1%.

(Baca Databoks: Berapa Uang yang Beredar di Indonesia?)

TOPIK

Pasar

data terkait