Surplus Neraca Pembayaran Indonesia Turun US$ 3 Miliar di Kuartal I 2019

Penulis: Dwi Hadya Jayani

Editor: Hari Widowati

13/5/2019, 11.44 WIB

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) pada kuartal I 2019 sebesar US$ 2,4 miliar, turun dibandingkan dengan kuartal IV 2018 sebesar US$ 5,4 miliar.

Bank Indonesia (BI) mengumumkan, surplus Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) pada kuartal I 2019 sebesar US$ 2,4 miliar. Angka ini turun US$ 3 miliar dibandingkan dengan kuartal IV 2018 sebesar US$ 5,4 miliar. 

Baca selengkapnya

Penurunan surplus NPI disebabkan penurunan surplus transaksi modal dan finansial (TMF). Surplus TMF pada kuartal I 2019 sebesar US$ 10,1 miliar atau 3,72% PDB, lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2018 yang tercatat US$ 15,9 miliar. Hal ini dikarenakan terbatasnya penerbitan obligasi global oleh korporasi dan pembayaran global bond pemerintah yang jatuh tempo menyebabkan penurunan net inflows investasi portfolio. Selain itu, Bi juga menyebutkan TMF lebih rendah dari kuartal sebelumnya karena meningkatnya penempatan sektor swasta di perbankan luar negeri. Alhasil, investasi lainnya mengalami net outflow.

Di sisi lain, terdapat peningkatan cadangan devisa dari US$ 120,7 miliar pada kuartal IV 2018 menjadi US$ 124,5 miliar pada kuartal I 2019. BI menilai angka ini cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 6,8 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.

(Baca Databoks: Cadangan Devisa Indonesia Susut US$ 200 Juta pada April 2019)

Tampilkan minimal

Neraca Pembayaran Indonesia (Kuartal I 2018-Kuartal I 2019)

 
  • Sumber

    Bank Indonesia

  • Rilis

    Bank Indonesia 10 Mei 2019

  • Informasi lain

    -

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya