Defisit Transaksi Berjalan Memicu Pelemahan Mata Uang

11/3/2019, 17.23 WIB

Permintaan domestik yang besar seiring maraknya pembangunan infrastruktur serta turunnya kinerja ekspor non migas membuat transaksi berjalan Indonesia defisit US$ 31 miliar pada 2018.

Defisit transaksi berjalan menjadi ssalah satu pemicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Seperti diketahui nilai tukar rupiah melemah hingga di atas Rp 15.000/dolar AS pada tahun lalu seiring melebarnya defisit transaksi berjalan.

Baca selengkapnya

Berdasarkan data Bank Indonesia rasio defisit transaksi berjalan Indonesia mencapai 2,98% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau hampir menembus ambang batas aman sebesar 3%. Ini yang membuat rupiah bergerak fluktuatif di semester kedua 2018. Permintaan domestik yang besar seiring maraknya pembangunan infrastruktur serta turunnya kinerja ekspor non migas membuat transaksi berjalan Indonesia pada 2018 mencatat defisit US$ 31 miliar.

Tidak hanya Indonesia yang mengalami pelemahan terhadap dolar AS, mata uang Turki, lira juga terdepresia cukup dalam akibat defisit transaksi berjalan mencapai 5,6% terhadap PDB. Sementara negara berkembang yang mengalami surplus transaksi berjalan seperti Thailand pergerakan mata uangnya relatif lebih stabil.

Tampilkan minimal

Rasio Defisit Transaksi Berjalan Terhadap PDB di Beberapa Negara (2006-2018)

 
  • Sumber

    Bank Indonesia

  • Rilis

    Bank Indonesia 11 Mar 2019

  • Informasi lain

    -

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya