Nomura Holding: Risiko Indonesia Terkena Krisis Rendah

13 September 2018

Indonesia merupakan salah satu dari delapan negara yang memiliki risiko terendah terkena krisis.

Nomura Holding Inc, perusahaan holding keuangan asal Jepang merilis laporan analisis terhadap potensi terjadinya krisis nilai tukar di beberapa negara pasar berkembang. Seperti yang dilansir Financial Times, Indonesia merupakan salah satu dari delapan negara yang memiliki risiko terendah terkena krisis. Memiliki cadangan devisa sebesar US$ 117 miliar dan ratio utang terhadap PDB yang rendah, yakni sekitar 30% membuat Indonesia mampu untuk menahan pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, terjadinya defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan harus menjadi perhatian pemerintah agar tidak terjadi krisis.

Baca selengkapnya

Negara lainnya yang memiliki risiko rendah terkena krisis adalah Thailand, Bulgaria, Brasil, Kazakhstan, Peru, Filipina dan Rusia. Sedangkan negara yang paling rentan terkena krisis adalah Sri Lanka, Afrika Selatan, Argentina, Pakistan, Mesir, Turki dan Ukraina. Ketujuh negara tersebut memiliki indeks di atas 100.

Berdasarkan analisis Nomura dengan menggunakan model Damocles score, indek peringatan dini Indonesia berada di level 0 dari skala 0-200. Semakin rendah indeks mengindikasikan semakin kecil terjadi krisis, sebaliknya semakin besar indeks maka semakin rentan terjadi krisis. Jika indeks suatu negara di atas 100 mengindikasikan negara tersebut berpotensi terjadi krisis dalam 12 bulan ke  depan. Jika indeks di atas level 150 maka ancaman krisis bisa terjadi sewaktu-waktu.

Tampilkan minimal

Indeks Peringatan Dini Terjadi Krisis/Damocles Score Hasil Riset Nomura Holding (Juli 2018)

* Skala Indeks 0-200
 
  • Sumber

    Nomura Holding Inc

  • Rilis

    Nomura Holding Inc Sep 2018

  • Informasi lain

    -

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya