7 Bulan, Cadangan Devisa BI Menyusut US$ 14 Miliar

7 September 2018

Cadangan devisa BI lebih tinggi dari yang dimilki bank sentral Argentina sebesar US$ 51,32 miliar.

Bank Indonesia (BI) merilis cadangan devisa sampai akhir Agustus 2018 kembali menyusut US$ 385 juta menjadi US$ 117,93 miliar atau setara (Rp 1.745,73 triliun). Penurunan ini merupakan yang ke tujuh kalinya sepanjang tahun ini. Cadangan devisa BI tersebut lebih tinggi dari yang dimiliki bank sentral Argentina sebesar US$ 51,32 miliar, tapi lebih rendah dari Turki yang mencapai US$ 124,28 miliar.

Baca selengkapnya

Dengan penurunan tersebut, cadangan devisa BI telah menyusut US$ 14 miliar setara Rp 207 triliun dari level tertingginya sebesar US$ 131,98 miliar yang pernah dicapai pada akhir Januari. Intervensi yang dilakukan bank sentral untuk menjaga nilai tukar rupiah agar tidak jatuh terlalu dalam serta untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo membuat cadangan devisa BI turun lebih dari 10% dalam 7 bulan terakhir.

Meskipun mengalami penurunan, cadangan devisa BI masih mampu untuk membiayai 6,8 bulan impor atau setara dengan 6,6 bulan impor ditambah utang pemerintah yang jatuh tempo. Angka tersebut masih di atas standar kecukupan internasional, yakni 3 bulan impor. Langkah pemerintah untuk menekan laju impor dengan menaikkan pajak barang impor dapat menahan turunnya cadangan devisa Indonesia.

(Baca Databoks: Surat Berharga di Cadangan Devisa BI Menyusut US$ 14 Miliar)

Tampilkan minimal

Cadangan Devisa Bank Indonesia (Jan-Agt 2018)

 
  • Sumber

    Bank Indonesia

  • Rilis

    Bank Indonesia 7 Sep 2018

  • Informasi lain

    Bank Indonesia

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya