Di Indonesia, Belanja Keamanan Siber Masih Minim

Berdasarkan riset International Data Corporation (IDC), sebuah lembaga riset dan analisa data, memprediksi belanja Teknologi Informasi (TI) 2017 mencapai Rp 293 triliun. Namun, pendanaan ini masih terkonsentrasi pada kebutuhan data internet yang mencapai Rp 112 triliun. Selanjutnya disusul oleh perangkat keras (hardware) senilai Rp 92 triliun. Sedangkan untuk layanan TI dan peranti lunak menempati posisi terkahir. Seperti dikutip Bisnis Indonesia, Sudev Bangah, Country Manager IDC Indonesia berpendapat bahwa sebagian besar perusahaan di Indonesia tidak mementingkan belanja keamanan teknologi informasi.

Baca selengkapnya

Tingginya belanja untuk perangkat teknologi informasi ternyata bukan jaminan untuk membentengi jaringan komputer dari serangan siber. Di Indonesia, meskipun belanja TI yang dikucurkan instansi pemerintah dan perusahaan cukup besar, negara ini masih rentan terkena serangan siber karena masih banyaknya penggunaan perangkat lunak ilegal dan rendahnya prioritas terhadap keamanan TI.

Terbaru, Serangan siber Ransomware WannaCrypt menyerang perangkat komputer di banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Malware ini mampu mengunci file atau folder penting dan meminta tebusan dalam pesan dengan berbagai bahasa untuk mendapatkan kembali file atau folder tersebut.

Tampilkan minimal

Perkiraan Nilai Belanja Teknologi Informasi Perusahaan di Indonesia

 
  • Sumber

    IDC Research, Inc.

  • Rilis

    IDC Research, Inc. 2017

  • Informasi lain

    IDC Research, Inc.

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya