Harga Properti Komersial Melambat Sepanjang 2016

Indeks Harga Properti Komersial dan Pertumbuhan 2015-2016

Sumber : Bank Indonesia, 2017

Disalin..

22/2/2017, 15.03 WIB

Indeks harga properti komersial menunjukkan perlambatan sepanjang 2016 seiring terbatasnya pertumbuhan permintaan. Dalam laporan triwulanan Properti Komersial Bank Indonesia (BI), indeks harga properti komersial pada triwulan IV 2016 berada di level 167,23, turun 0,06 persen dibanding triwulan sebelumnya. Indeks harga properti komersial juga menurun 0,33 persen jika dibandingkan dengan triwulan yang sama 2015.

Pada triwulan IV 2016, indeks harga properti komersial yang turun paling besar di segmen hotel mencapai 5,98 persen (qtq) seiring turunnya tingkat hunian hotel, diikuti segmen perkantoran sebesar 0,06 persen (qtq). Sementara di segmen convention hall justru mencatat kenaikan 2,7 persen (qtq) karena masih tingginya permintaan. Sementara indeks permintaan properti komersial pada triwulan IV 2016 hanya tumbuh 0,39 persen, lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 0,46 persen, juga lebih rendah dibanding triwulan IV 2015 sebesar 0,53 persen.

Secara regional, penurunan harga properti komersial di Jakarta paling dalam, yakni mencapai 0,31 persen (yoy). Dibandingkan dengan Medan yang hanya menyusut 0,26 persen (YoY). Sementara harga properti di Semarang justru bertumbuh 3,65 persen (yoy), ditopang meningkatnya harga perkantoran sebesar 9,3 persen (yoy).

data terkait