23 Januari 2018 | 11:16
Tita Adelia
Di Mana Kantong Suara Ganjar Pranowo?
Merujuk pada hasil pilkada tingkat provinsi dan kabupaten/kota tahun 2013, 2015, dan 2017, PDIP mencengkram kuat 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 akan menjadi ujian bagi soliditas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di provinsi yang selama ini dikenal sebagai kandang banteng. Dalam dua pilgub langsung sebelumnya, calon yang diajukan oleh partai moncong putih itu memang selalu keluar sebagai pemenang. Namun, persentase suara yang diperoleh tak sampai dari separuh pemilih, 43 persen (2008) dan 48 persen (2013). Dua pilgub tersebut memang diikuti oleh lebih dari dua pasangan calon.

Kali ini, hanya dua calon pasangan yang akan berebut kursi gubernur dan wakilnya. Artinya, untuk tampil sebagai pemenang harus merebut lebih dari separuh suara pemilih. Menilik kursi anggota DPRD, calon petahana, Ganjar Pranowo dan pasangannya Taj Yasin, didukung oleh PDIP, PPP, Demokrat, NasDem, dan Golkar dengan 58 kursi. Sedangkan duet mantan Menteri ESDM Sudirman Said-Ida Fauzia didukung oleh Gerindra, PKS, PAN, PKB, dan PBB, yang menguasai 42 dari 100 kursi DPRD Jawa Tengah.

Lalu, di mana saja kantong suara PDIP? Berdasarkan hasil pilgub 2013, yang diikuti tiga pasangan calon, PDIP yang tidak berkoalisi dengan partai lain sukses memenangkan Ganjar. Hanya enam kabupaten dan kota, yaitu Cilacap, Batang, Kendal, Demak, Grobogan, dan Blora yang lepas dari genggaman PDIP. Daerah tersebut dikuasai petahana Bibit Waluyo yang didukung Demokrat, Golkar, dan PAN. Adapun koalisi PKS, Gerindra, PKB, PPP, Hanura, dan PKNU yang mengusung Hadi Prabowo kalah di semua daerah.

Dari hasil pilgub tersebut, kantong suara Ganjar tersebar di 23 Kabupaten dan enam Kota. Namun, di empat kabupaten di antaranya, Ganjar hanya menang dengan selisih kurang dari lima persen. Bila mesin partai tidak bekerja maksimal, bukan tidak mungkin daerah tersebut akan direbut kubu lawan.  Apalagi, hasil pemilihan bupati dan walikota 2013-2017 tak menggambarkan dominasi PDIP. Dari 34 pemilihan Bupati dan Walikota, PDIP hanya sukses di separuh daerah. Bahkan PDIP tak memiliki calon di Demak.

Lebih jauh, di beberapa wilayah di mana Ganjar menang dalam Pilgub, calon bupati/walikota yang diusung PDIP justru kalah telak. Di Kabupaten Rembang, misalnya, kader PDIP yang diusung bersama PKB dan Gerindra pada Pilkada 2015 hanya meraih 10,15% suara. Masih di Pilkada 2015, di Kabupaten Purworejo, kader yang diusung oleh PDIP dan PKB hanya meraih 20,52% suara, tidak sampai setengah dari suara petahana yang diusung oleh Demokrat, Hanura, dan Golkar (49,69%).

Sedangkan di enam daerah di mana Ganjar kalah dalam pemilihan gubernur, hanya satu daerah yang berhasil dimenangkan oleh calon bupati dari PDIP. Merujuk pada hasil pemilihan bupati dan walikota dalam lima tahun terakhir, maka Kabupaten Cilacap, Batang, Kendal, Demak, dan Blora bukanlah termasuk kantong suara PDIP di Jawa Tengah.

Dari peta gabungan hasil pemilihan gubernur, bupati, dan walikota, tampak bahwa kantong suara pendukung PDIP tersebar di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Di sebelah barat, Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Kota Pekalongan merupakan kantong suara Ganjar yang paling potensial. Kawasan ini berbatasan dengan empat kabupaten di mana PDIP kurang dominan, yaitu Kabupaten Pekalongan, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, dan Purworejo.

Kantong suara Ganjar yang paling potensial berkumpul di kawasan tengah. Daerah tersebut terdiri dari Kota dan Kabupaten Semarang, Magelang, Kabupaten Temanggung, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, dan Kota Surakarta (Solo). Sementara itu, daerah yang berpotensi menjadi basis dukungan Sudirman Said berada di sepanjang jalur pantai utara, terdiri dari Kabupaten Batang, Kendal, Demak, Blora, serta Cilacap di Selatan.

Berdasarkan data di atas, boleh dikatakan bahwa Ganjar memiliki modal besar untuk menang. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berada di kota dan kabupaten berwarna merah meliputi 43 persen dari seluruh DPT Jawa Tengah. Sementara itu, jumlah DPT daerah yang berwarna biru hanya 16 persen. Adapun bagi Sudirman Said harus bekerja ekstra keras merebut suara di kantong-kantong yang selama lima tahun terakhir terbukti merupakan basis PDIP untuk meraih kemenangan.

 ***

Tita Adelia mengisi posisi periset dalam Divisi Riset dan Data Katadata. Menempuh pendidikan magister pada jurusan komunikasi politik di University of Glasgow. 

Visualisasi data ini dibantu oleh Nazmi Haddyat Tamara, Data Analyst Katadata.