3 Oktober 2017 | 10:07
Nazmi Haddyat Tamara
Data Analyst Katadata
Apple vs Samsung, Siapa Unggul di Asia Pasifik?
Secara global, Apple dan Samsung masih perkasa dengan menguasai lebih dari separuh nilai penjualan pasar telepon genggam dunia. Asia Pasifik menjadi wilayah dengan persaingan ketat untuk kedua merek ini.

Seiring perkembangan infrastruktur teknologi informasi yang mendorong kemudahan akses internet, Asia Pasifik menjadi pasar yang menggiurkan bagi produsen telepon pintar. Jumlah penduduk di kawasan ini yang mendekati 4 miliar jiwa mendorong pabrikan smartphone dunia berlomba menawarkan produk mereka. Kehandalan spesifikasi, kelengkapan fitur, dan harga yang relatif terjangkau, menjadi kunci larisnya produk yang dipasarkan.

Dengan menggunakan asumsi We Are Social, yang menyebutkan bahwa satu dari tiga orang di dunia memakai telepon pintar, maka ada lebih dari 1 miliar pengguna smartphone di Asia Pasifik. Hingga hingga kuartal kedua tahun ini saja, International Data Corporation (IDC) melaporkan jumlah handset—termasuk telepon pintar—yang dikapalkan oleh berbagai pabrikan dunia untuk dijual di Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang) mendekati 470 juta unit.

Jumlah tersebut hampir separuh dari total telepon genggam yang dikapalkan ke seluruh dunia, yang oleh IDC dibagi dalam delapan wilayah, yaitu: Amerika Serikat, Kanada, Eropa Barat, Eropa Tengah dan Timur, Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang), Jepang, Amerika Latin, dan Timur Tengah dan Afrika. Adapun total telepon genggam yang dipasarkan di seluruh wilayah tersebut sebanyak 936 juta unit, dan 691 juta di antaranya adalah telepon pintar.

Dari sisi nilai penjualan, telepon genggam yang dikapalkan untuk pasar di kawasan Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang) melebihi USD 93 miliar. Sedangkan total penjualan global sebesar USD 202 miliar. Di samping jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asia Pasifik yang rata-rata lebih tinggi dibanding negara maju, turut mendorong peningkatan daya beli masyarakat.

Tak pelak, sejumlah pabrikan baru, terutama yang berbasis di Tiongkok, antara lain Lenovo, Oppo, Huawei, dan Xiaomi, bermunculan dan menggerus pangsa pasar duo raksasa Apple dan Samsung. Fokus pada pasar menengah ke bawah, dengan spesifikasi produk yang mendekati kedua merek ternama tersebut membuat “ponsel Cina” mampu bersaing dan merebut pangsa pasar yang signifikan, meski sebagian tergolong baru di pasaran.

Sepak terjang pabrikan Tiongkok tersebut membuat persaingan pasar Asia Pasifik menjadi medan tempur persaingan smartphone dunia. Di kawasan ini, meski masih memimpin, Apple hanya meraup 21 persen total penjualan. Samsung bahkan tercecer di peringkat ketiga, dengan kue penjualan 15 persen. Adapun posisi kedua ditempati Oppo, yang baru memasarkan smartphone-nya pada 2014, dengan menguasai 16 persen penjualan.

Secara global, Apple dan Samsung masih perkasa dengan menguasai lebih dari separuh nilai penjualan pasar telepon genggam dunia. Hingga kuartal kedua tahun ini, masih menurut data IDC, dua pabrikan yang terus bersaing itu masing-masing membukukan penjualan USD 64 miliar dan USD 49 miliar. Bila diakumulasi, nilai tersebut meliputi 55 persen dari penjualan ponsel seluruh dunia, yang totalnya mencapai USD 206 miliar.

Dari delapan wilayah penjualan tersebut, Apple menguasai lima di antaranya, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Eropa Barat, Jepang, dan Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang). Menarik diperhatikan adalah penguasaan Samsung di kawasan berkembang, tidak termasuk Asia Pasifik. Hal ini disebabkan beragamnya produk yang dipasarkan Samsung, mulai dari spesifikasi dan harga. Adapun Apple lebih dikenal sebagai produk untuk kelas premium.

***

 

Nazmi Haddyat Tamara adalah Data Analyst dan Statistician Katadata. Saat ini, dia mengisi posisi tim Data pada divisi Riset dan Data Katadata. Menempuh pendidikan pada jurusan Statistika IPB dan telah berpengalaman dalam pengolahan dan analisis data pada berbagai topik. 

Catatan:

Data Penjualan Ponsel diperoleh dari  International Data Corporation (IDC) dan Bloomberg.