19 Juni 2017 | 12:17
Nazmi Haddyat Tamara
Data Analyst Katadata
Memilih SMA Negeri Favorit di Jakarta
Setidaknya terdapat 7 SMA Negeri di Jakarta yang dipilih oleh lulusan SMP dengan Nilai UN terkecil lebih dari 90. Selain itu, terdapat 14 SMAN yang mempunyai tingkat persaingan ketat. 1 orang bersaing dengan 4 hingga 7 calon siswa lainnya.

Sebagai ibu kota negara, DKI Jakarta tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan, perkantoran, serta ekonomi dan bisnis. Namun Jakarta juga dikenal memiliki sarana pendidikan yang lengkap dan berkualitas, termasuk di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Tidak kurang terdapat 117 SMA Negeri dan lebih dari 400 SMA swasta yang terdaftar di Jakarta. Tak sedikit SMA Negeri yang lulusannya banyak diterima di perguruan tinggi negeri ternama.  

Memasuki bulan Juni dan Juli, seiring datangnya tahun ajaran baru, para murid lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta akan bersaing masuk ke SMA favorit. Mereka berlomba memperebutkan kursi di SMA Negeri terbaik sebagai tempat untuk melanjutkan studi tiga tahun ke depan. Untuk wilayah DKI Jakarta, seleksi penerimaan siswa baru SMA terbagi dalam tiga tahap dengan aturan berbeda setiap tahapannya.

Sejauh ini, beberapa sekolah dikenal sebagai pilihan banyak siswa di Jakarta. Salah satu variabel yang bisa menjadi rujukan dalam memilih SMA favorit adalah melihat statistik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). SMA dengan pelamar yang memiliki nilai Ujian Nasional (UN) tinggi saat SMP, dapat diindikasikan menjadi sekolah unggulan yang menyerap siswa-siswa terbaik di Jakarta.

Berdasarkan data PPDB tahun 2016, sekolah-sekolah seperti SMAN 8, SMAN 28, dan SMA 81 menjadi 3 sekolah dengan pelamar yang memiliki nilai UN SMP lebih dari 90. Jika diurutkan menjadi 10 besar, posisi ke-10 mempunyai nilai UN minimal 88,8 yaitu SMAN 26. Nilai di atas merupakan rata-rata dari nilai minimum pada ketiga tahap seleksi pada setiap SMA di Jakarta.

Sebagai sekolah terfavorit di Jakarta, pendaftar di SMAN 8 memiliki nilai UN paling rendah mencapai 93,28. SMAN 8 yang terletak di Bukit Duri, Jakarta Selatan ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai SMAN unggulan. Sebagian besar lulusan sekolah negeri yang dekat sungai Ciliwung ini diterima di perguruan negeri ternama di Indonesia. 

 

 

Sebagai sekolah favorit tentu banyak peminat yang berbondong-bondong mendaftar ke sekolah tersebut. Karena itu, persaingan masuk SMAN unggulan di Jakarta sangat ketat. Itu tercermin pada perbandingan peminat dan daya tampung yang tersedia di sekolah tersebut. Lagi-lagi, SMAN 8 menjadi sekolah dengan peminat terbanyak di Jakarta. Lebih dari 2.000 siswa lulusan SMP bertarung untuk memperebutkan 342 kursi yang tersedia di sekolah tersebut. Artinya, hanya 1 dari 7 calon siswa yang nantinya berhasil mengisi kursi-kursi di SMAN ini. 

Dari sepuluh sekolah unggulan lainnya yang memiliki tingkat persaingan tinggi adalah SMAN 28, 48, 68 dan 81. Setiap calon siswa di sejumlah SMAN favorit tersebut harus bersaing dengan lebih dari 4 calon siswa lainnya. Sedangkan, SMAN 78 merupakan sekolah unggulan dengan peminat terbanyak kedua hingga mencapai 1.500 pelamar. Namun, daya tampung sekolah ini cukup banyak sehingga tingkat persaingannya tidak begitu ketat, hanya 1 berbanding 4. 

Selain 10 besar sekolah unggulan, persaingan ketat juga terdapat di sejumlah sekolah lainnya. Ini terjadi lantaran jumlah peminat dan daya tampung tidak sebanding. Misalnya saja di SMAN 33 yang terletak di Cengkareng, Jakarta Barat. Setiap calon siswa harus bersaing dengan 6 hingga 7 calon lainnya untuk mendapatkan kursi di sekolah tersebut. Lebih dari 1.300 pelamar memperebutkan 198 kursi yang tersedia. 

 

 

Secara sebaran wilayah, 7 sekolah favorit dengan nilai UN minimum lebih dari 90 didominasi oleh wilayah Jakarta Selatan yakni mencapai 4 sekolah. Sedangkan lainnya tersebar 2 di Jakarta Timur, dan 1 lainnya di Jakarta Pusat. Sedangkan untuk wilayah Jakarta Barat, didominasi oleh nilai UN 80 sampai 85, dan Jakarta Utara banyak diisi oleh nilai UN 85 sampai 90. Semua informasi tersebut terangkum dalam peta interaktif yang disajikan di bawah ini.

 

***

Nazmi Haddyat Tamara adalah Data Analyst dan Statistician Katadata. Saat ini, dia mengisi posisi tim Data pada divisi Riset dan Data Katadata. Menempuh pendidikan pada jurusan Statistika IPB dan telah berpengalaman dalam pengolahan dan analisis data pada berbagai topik.

 Catatan:

Data penerimaan siswa baru SMA diperoleh dari situs Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan Penerimaan Peserta Didik Baru Online DKI Jakarta tahun 2016