12 Juni 2017 | 16:47
Nazmi Haddyat Tamara
Data Analyst Katadata
3 Tahun Menjabat, Ke Mana Saja Jokowi Blusukan?
Hampir tiga tahun menjabat, presiden Jokowi sudah lebih dari 300 kali melakukan blusukan ke seluruh wilayah di Indonesia. Dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, bahkan pulau-pulau terluar telah dikunjunginya.

Blusukan merupakan gaya kepemimpinan yang identik dengan gaya presiden Joko Widodo yang memimpin pemerintahan saat ini. Bahkan, gaya blusukan sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi sejak menjabat sebagai walikota Solo dan gubernur DKI Jakarta.

Sejak menjabat sebagai Presiden tiga tahun lalu hingga saat ini, rekam jejak blusukan Jokowi telah tercatat dalam situs resmi pemerintah, lengkap dengan peta interaktif dan kegiatan yang dilakukan saat blusukan. Dilansir dari situs resmi presidenri.go.id, lokasi yang dikunjungi Jokowi di seluruh wilayah Indonesia tercatat rapi.

Bahkan, pengunjung situs dapat melihat detail, apa saja yang dilakukan Jokowi hanya dengan menekan peta interaktif di laman situs tersebut. Mulai dari pembagian Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar, pembagian sertifikat lahan, penanganan bencana, pencanangan bahan bakar minyak (BBM) satu harga, pembangunan pasar dan pengembangan ekonomi rakyat, serta dialog dengan pesantren dan masyarakat. Yang cukup sering adalah pencanangan, pengawasan dan peresmian proyek-proyek infrastruktur, seperti bendungan, pembangkit listrik, jalan, bandara, pelabuhan dan lainnya. 

Secara umum, Jokowi telah melakukan 306 kali kunjungan dalam rangka blusukan ke seluruh wilayah di Indonesia. Mulai dari titik paling barat di Pulau Weh Sabang yaitu Titik Nol Indonesia hingga di titik paling timur Indonesia di Merauke, Papua. Di ujung barat Indonesia, di Titik Nol Kilometer, pada 10 Maret 2015, Presiden Jokowi mencanangkan Gerakan Nasional “Ayo Kerja”.

Di Merauke, titik paling timur Indonesia, pada 30 Desember 2015, Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk mewujudkan mimpi dan harapan anak-anak bangsa dengan penuh keyakinan pasti dapat terwujud. Di sini, Jokowi meresmikan Monumen Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015-2085. Kapsul Waktu ini merupakan wadah sejarah berbentuk kapsul tempat menyimpan dokumen tulisan impian masyarakat dari setiap provinsi di Indonesia, yang diletakkan tahun 2015 dan dibuka tahun 2085. 

Dengan kebijakan membangun Indonesia dari pinggiran dan perbatasan, Jokowi juga sering mengunjungi wilayah-wilayah perbatasan dan terluar Indonesia, seperti Pulau Miangas di ujung utara Sulawesi, Pulau Sebatik di perbatasan Kalimantan Utara dan Pulau Natuna di titik terluar Kepulauan Riau. Di perbatasan dan pedalaman Kalimantan, pemerintah membangun prasarana jalan lebih dari 500 kilometer sebagai bagian dari proyek membangun jalan 1.900 kilometer hingga 2019. Proyek jalan di wilayah perbatasan ini akan menghubungkan Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara. Sedangkan, di pedalaman dan perbukitan Papua, pemerintah bersama TNI tengah merintis pembangunan jalan Trans-Papua yang nantinya sepanjang lebih dari 3000 kilometer. 

 

 

Dari ratusan blusukan pada hampir semua provinsi, setidaknya terdapat tiga provinsi yang daerahnya sering dikunjungi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Lebih dari 30 kali, Presiden melakukan kunjungan ke daerah-daerah di provinsi tersebut. Sedangkan DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Riau, Sulawesi Tenggara, Bengkulu menjadi provinsi yang paling jarang dikunjungi. Bahkan, blusukan di wilayah DKI Jakarta tercatat hanya dua kali kunjungan.

Sebagai provinsi yang paling sering dikunjungi, tidak kurang dari 46 kali presiden bertandang ke hampir seluruh penjuru di Jawa Barat. Wilayah sekitar Bogor, Bandung, dan Tasikmalaya menjadi daerah yang banyak menjadi objek blusukan Jokowi.

Namun demikian, selama tiga tahun blusukan mengunjungi wilayah di Indonesia, Jokowi masih belum sempat untuk mengunjungi daerah di Provinsi Bengkulu. Pantauan kami pada situs tersebut, hanya provinsi Bengkulu yang belum mempunyai catatan blusukan.

Selain itu, hanya beberapa pulau yang belum disinggahi oleh Jokowi. Seperti Kepulauan Aru, Pulau Taliabu, Pulau Siberut yang terlihat di peta ini belum ada jejak kunjungan Presiden Jokowi. Dengan menyisakan dua tahun masa jabatan sebagai presiden, bukan sesuatu tidak mungkin, Jokowi masih akan mengunjungi wilayah-wilayah terpelosok lainnya.

 

*** 

Nazmi Haddyat Tamara adalah Data Analyst dan Statistician Katadata. Saat ini, dia mengisi posisi tim Data pada divisi Riset dan Data Katadata. Menempuh pendidikan pada jurusan Statistika IPB dan telah berpengalaman dalam pengolahan dan analisis data pada berbagai topik.

 

Catatan:

Data blusukan diperoleh dari situs resmi Presiden RI pada laman http://presidenri.go.id/blusukan.1.html.